Seputar Peradilan

SOSIALISA MAKLUMAT KMA

1

                Pada hari rabu tanggal 20 September 2017, di adakan SOSIALISA MAKLUMAT KMA tentang PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ATASAN LANGSUNG TERHADAP BAWAHANNYA.

                Yang di sampaikan oleh DR. Drs. H. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.H.I. Beserta Dr. H. Muslikin, M.H. dan di hadiri oleh seluruh warga pengadilan agama bogor, tempat di aula sidang utama, sosialisai ini hasil pertemuan di  Rakor PTA dan PA se Jabar Di Aula PTA Jabar, pada Tanggal 18 September 2017

Tentang Peristiwa yang Terjadi Akhir-akhir Ini, seperti OTT dan Pungutan biaya di lingkungan MA,

Langkah Inovasi yang Telah Dilakukan MA antara lain :

 

       Mystery Shopper (tim yang dibuat oleh MA dan bekerja sama dengan KPK)

-          Pasal 30 Perma No.9 th 2016 ttg Pedoman Penanganan Pengaduan

-          Membuka ruang partisipasi bagi masy, termasuk internal

-          whisleblowing system;merahasiakan identitas pelapor

-          Bawas membentuk tim surveillangce (pengamatan intipan)

-          Mystery Shopper berjumlah 10 orang yang tidak saling mengenal, dididik secara khusus oleh KPK, kalau bocor langsung ganti timnya.

-          Jika informasi didapat ada indikasi korupsi atau gratifikasi dibawa ke KPK, sdg pelanggaran etik ke Bawas

-          Kerjasama dengan KPK dengan diawali dengan Mystery Shopper tertangkaplah aparat hukum

-          Dan Lain-lain

 

       Tanggung jawab atasan

-          Perma No.8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung. Perma ini untuk mengeefektifkan pengawasan dan pembinaan atasan langsung guna mencegah sedini mungkin penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan pelanggaran prilaku aparat peradilan

-          Dalam Perma ini setiap atasan langsung tak hanya duduk manis di balik meja, melainkan diwajibkan untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan atas pelaksanaan tugas dan prilaku bawahannya, baik di dalam maupun di luar kedinesan secara terus menerus

-          Pasal 3 ayat (1) huruf c Perma No.8 Th 2016 mengatur dilaksanakan paling sedikit al.dengan mengidentifikasi dan menganalisis gejala-gejala penyimpangan serta kesalahan yang terjadi, menentukan sebab dan akibatnya serta cara mengatasinya

-          MA menerapkan Perma ini Pasca penangkapan di PN Bengkulu, mencopot sementara terhadap Ketua dan Panitera PN Bengkulu, masing-masing selaku atasan hakim dan panitera. Sementara ini dipekerjakan di PT Bengkulu sambil diadakan pemeriksaan apakah keduanya telah memberikan pembinaan dan pengawasan, bilamana terbukti keduanya telah melakukan pembinaan maka kembalikkan keposisi semula

-          Dan Lain-lain

 

       Pemimpin role model (teladan)

-          Selain penindakan, MA juga bekerjasama dengan bidang pencegahan KPK. Kerjasama ini dilakukan dengan cara merumuskan sistem terbaik untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan celah dan potensi korupsi

-          Penyelesaian masalah di badan peradilan tidak bisa bersifat sporadis atau sektoral, melainkan harus dilakukan secara sistimik

-          Pertama dimulai dengan perbaikan regulasi. Kemudian dilanjutkan dengan pembenahan SDM dengan menggunakan pendekatan kultural

-          yang paling susah di negara kita adalah budaya, ada sebagian kita paham hedonisme (pandanganyg menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan merupakan tujuan hidup) memandang kekayaan, jabatan menjadi hal (mengukur) kesuksesan seseorang sehingga mencapainya menempuh budaya jalan pintas

-          Untuk menanngulangi hal tsb.maka perlu peran pimpinan sebagai role model. Kalau pimpinan baik diharapkan anak buah akan baik

 

       Bantuan hukum “NO”, hukuman berat “YES”

-          Karena masih banyak aparat yang terlibat korupsi sehingga MA geram. Karena saat perbaikan pengawasan dan pembinaan sedang gencar2nya dilakukan ternyata terjadi beberapa OTT

-          MA tidak akan pernah memberikan bantuan atau advokasi kepada aparaturnya, sebagai contoh satu perkara yang melibatkan KPN di Sumbar pada tingkat kasasi diperberat hukumannya menjadi 10 tahun

-          Jadi MA tidak main-main, warning peringatan kepada seluruh aparat. Jangan main2 lagi, teman2 yang masih ingin tidak mengubah dirinya, akan digilas oleh perubahan yang dilakukan oleh MA

 

Terakhir MA tidak memberikan bantuan kepada hakim, aparatur MA dan badan peradilan di bawahnya yang diduga melakukan tindak pidana (korupsi) hingga proses di pengadilan, dan Apabila ditemukan bukti bahwa pengawasan dan pembinaan oleh Pimpinan tidak dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, maka pimpinan tersebut di non aktifkan.