Seputar Peradilan

Meski Akreditasi Lebih Rumit, PA Bogor Ingin Tetap Excellent

IMG 0047

Dalam waktu dekat, Pengadilan Agama Bogor akan menghadapi surveillance audit untuk mengukur peningkatan penerapan sistem penjaminan mutu. Jika hasilnya bagus, PA Bogor akan tetap meraih predikat A (Excellent). Sebaliknya, jika hasilnya kurang bagus, predikat yang diraih PA Bogor bisa turun menjadi B (Good).

Ketua PA Bogor Dr. H. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.H.I., dalam rapat koordinasi di ruang sidang utama PA Bogor, Senin (8/10/2018), mengingatkan pentingnya menjaga komitmen untuk terus menjalankan program Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM).

“SAPM ini bukan hanya program PA Bogor. Ini program nasional,” ia menegaskan.

Menurutnya, dibandingkan dengan tahun lalu, SAPM tahun ini lebih rumit. Di antaranya karena dalam SAPM yang terbaru terdapat penambahan standar dan poin penilaian mengenai program prioritas.

Cakupan program prioritas itu mulai dari penyelesaian perkara tepat waktu, minutasi satu hari (one day minutation), publikasi putusan satu hari (one day publish), pengimplementasian Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), website, administrasi perkara secara elektronik (e-court), hingga pencannangan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Meskipun sekarang lebih rumit, mari kita pertahankan predikait A (Excellent) yang telah kita raih tahun kemarin,” ujar Ketua PA Bogor.

Persis 12 bulan lalu, PA Bogor memperoleh akreditasi A (Excellent) setelah dinilai oleh Tim Asesor Eksternal yang ditugaskan oleh Komite SAPM Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung.

Tahun ini dan tahun depan, PA Bogor harus menjalani surveillance audit. Kemudian, pada tahun 2020, akan dilakukan re-asesmen atau  penilaian ulang.

 

Admin : HH