Seputar Peradilan

Mutasi Hakim, Tiga Keluar dan Enam Masuk

Tiga hakim Pengadilan Agama Bogor Kelas IA harus menjalani mutasi pada Desember 2018 ini.

Wakil Ketua PA Bogor Dr. H. Muslikin, M.H. dimutasi menjadi Wakil Ketua PA Palembang Kelas IA, Sumatera Selatan.

Uu Lukmanul Hakim, S.Ag., S.H., mendapat promosi menjadi Wakil Ketua PA Sintang Kelas II, Kalimantan Barat.

Satu hakim lainnya, Drs. H. Saprudin, S.H. melakoni mutasi ke PA Kebumen Kelas IA, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil rapat Tim Promosi-Mutasi Mahkamah Agung pada 28 November 2018, ada enam hakim yang akan masuk ke PA Bogor.

Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag, yang saat ini menjadi Ketua PA Cikarang Kelas IB, dipromosikan menjadi Wakil Ketua PA Bogor.

Lima hakim lainnya yang dimutasi ke PA Bogor berasal dari PA-PA Kelas IA. Mereka adalah Hj. Nuroniah, S.H., M.H. (PA Jakarta Timur), Drs. Azwar, S.H., M.EI (PA Jakarta Timur), Drs. Tatang Sutardi, M.H.I (PA Ciamis), Dra. Hj. Medang, M.H. (PA Gorontalo), dan H. Fikri Habibi, S.H., M.H. (PA Cibinong)

Ketua PA Bogor Dr. Drs. H. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.H.I mengatakan, setiap promosi maupun mutasi harus selalu disyukuri. Menurutnya, jika tidak disyukuri, mutasi akan merusak konsentrasi, bahkan menimbulkan sakit.

“Mari kita berprasangka baik kepada Allah. Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan,” ujarnya, ketika memberikan pembinaan di hadapan para hakim dan pegawai, Senin (3/12/2018) pagi.

Berdasarkan pengalamannya yang telah melakoni mutasi hingga delapan kali, mutasi ternyata membawa banyak manfaat.

“Semakin banyak pengalaman dan semakin banyak saudara. Kita menghadapi karakter orang yang berbeda-beda,” tuturnya.

Sekalipun nanti dimutasi, Ketua PA Bogor yakin, para hakim yang pernah bertugas di PA Bogor akan tetap memiliki hubungan emosional.

“Fisik boleh pergi, tapi hati tidak meninggalkan tempat. Ibarat handphone, sudah dibawa pergi, tapi sinyalnya masih ada,” ujarnya.

Hal itu, menurutnya, terjadi berkat kekompakan yang dijalin selama ini, misalnya melalui tradisi makan siang bersama di kantor.

Dalam kesempatan ini, Ketua PA Bogor sekaligus mengingatkan, kinerja setiap hakim yang akan dimutasi harus diaduit, sesuai dengan instruksi Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung.

Uu Lukmanul Hakim, salah satu hakim yang dalam waktu dekat akan dilantik menjadi Wakil Ketua PA Sintang, mengatakan bahwa sesungguhnya berat meninggalkan PA Bogor.

“Tapi ini bagian dari tugas yang harus dijalani. Ini konsekwensi kontrak kerja. Harus siap ditugaskan di mana saja,” tuturnya.

Pak Uu—demikian panggilannya—bertugas di PA Bogor selama dua tahun dua bulan. Sebelumnya ia bertugas di PA Kalianda, Lampung.

"Mohon maaf, sekiranya selama di PA Bogor, saya ada kesalahan dan kekhilafan,” kata Pak Uu.

[HH]