Seputar Peradilan

Studi Banding ke PA Bogor, Pimpinan PA Sampit Mendapat Banyak Pelajaran Berharga

Empat orang dari Pengadilan Agama Sampit, Kalimantan Tengah, mengadakan studi banding ke Pengadilan Agama Bogor, Selasa (11/12/2018).

Mereka adalah Norhadi, S.HI (Ketua PA Sampit), Frislyasi, S.HI (Panitera), Isnaniyah, S.Ag (Sekretaris), dan Dwi Purwatiningsih (Plt. Panitera Muda Hukum).

Rombongan dari pulau Kalimantan itu disambut hangat oleh Ketua PA Bogor Dr. H. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.HI dan jajaran pimpinan PA Bogor.

“Kami ingin bersilaturrahmi dan menimba ilmu di PA Bogor,” ujar Ketua PA Sampit, menyampaikan tujuannya berkunjung ke Kota Hujan.

Selama di PA Bogor yang kini berstatus pengadilan kelas IA, rombongan dari pengadilan kelas II itu mempelajari banyak hal.

Mereka bukan saja mengobservasi berbagai sarana-prasarana yang tersedia. Mereka juga menggali alur kerja dan pelayanan PA Bogor.

Pimpinan PA Sampit memberikan perhatian lebih pada aspek teknologi informasi untuk mendukung kinerja dan pelayanan.

Mereka tertarik pada beberapa aplikasi penunjang Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). PA Bogor telah mengoperasikan aplikasi untuk mengatur antrian beberapa pelayanan, mulai pelayanan pendaftaran perkara, posbakum, mediasi, sidang hingga pengambilan akta cerai.

PA Bogor juga telah menggunakan aplikasi untuk menyusun dan mencetak berbagai dokumen untuk keperluan administrasi perkara dan administrasi persidangan. Sebagai contoh, pelbagai template Berita Acara Sidang (BAS) telah tersedia, termasuk template BAS untuk one day minutation.

PA Bogor juga telah mengoptimalkan aplikasi pelengkap SIPP untuk memonitor penanganan perkara, sehingga berbagai aspek penanganan perkara, sejak perkara didaftarkan hingga diminutasi, dapat diketahui dengan mudah.

Tidak hanya itu, bersama-sama dengan PA se-Jawa Barat, PA Bogor telah menggunakan aplikasi untuk menginput dan mencetak Buku Induk Keuangan Perkara (BIPK) beserta berbagai macam jurnal keuangan perkara. Aplikasi lain yang dipakai PA Bogor ialah aplikasi untuk membuat berbagai laporan perkara.

Ketua PA Bogor mengatakan, pihaknya tidak keberatan jika segala macam alat pendukung kerja yang ada di PA Bogor diadopsi oleh PA-PA lainnya, termasuk PA Sampit.

“Kita tidak ada kompetisi. Apa yang baik dari PA Bogor, silakan dipelajari dan diambil,” ujarnya.

Ketua PA Sampit sangat berterima kasih karena telah diterima dengan baik dan memperoleh banyak pelajaran berharga dari PA Bogor. Sebagai kenang-kenangan, ia menyerahkan cinderamata kepada Ketua PA Bogor. Sebaliknya, Ketua PA Bogor pun memberikan oleh-oleh untuk tamu dari pulau seberang itu.

[HH]