Seputar Peradilan

BANGUN SINERGI, WALI KOTA MENGUNJUNGI PA BOGOR

Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto mengunjungi Pengadilan Agama Bogor, Jumat (11/1/2019). Ini merupakan kunjungan perdananya ke PA Bogor, sejak resmi menjadi Wali Kota Bogor pada 2014 lalu.

Orang nomor satu di Pemkot Bogor itu datang ke PA Bogor dalam rangka menghadiri pelantikan Wakil Ketua dan beberapa hakim PA Bogor. Ia diundang bersama-sama dengan Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri dan sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Ketua PA Bogor Dr. H. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.HI mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Wali Kota Bogor dengan beberapa pertimbangan. “Yang pertama, tentu dalam rangka menjalin silaturrahmi, agar tumbuh ikatan batin yang lebih kuat, sehingga lebih dapat memahami kedudukan dan kewenangan masing-masing institusi,” tuturnya.

Pertimbangan lainnya, menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, baik PA maupun Pemkot pada hakikatnya memiliki tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Bogor. “Karena itu, kita perlu membangun sinergi, khususnya berkaitan dengan peningkatan pelayanan public,” ia menegaskan.

Meskipun berada di ranah yudikatif, PA Bogor memerlukan sinergi dengan instansi-instansi terkait, tanpa mengurangi independensinya. Misalnya dalam hal memberikan pelayanan identitas hukum melalui program sidang isbat nikah terpadu yang telah menjadi program prioritas Mahkamah Agung. Program ini tidak dapat berjalan, jika tidak ada kerja sama yang baik antara Pengadilan Agama, Kantor Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berada di bawah Pemkot.

Di sisi lain, sejak 19 Juli 2018, Pemkot Bogor mencanangkan program "Sekolah Ibu". Program yang dimotori Yane Ardian Bima Arya itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas kaum ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak, sehingga menjadi keluarga yang mandiri dan mampu keluar dari berbagai permasalahan sosial maupun ekonomi yang dihadapi.

Ketua PA Bogor menegaskan, “Sekolah Ibu” merupakan program yang luar biasa dan pihaknya sangat mendukung program yang dimotori istri Wali Kota Bogor tersebut. Menurutnya, program "Sekolah Ibu" terbukti berhasil meminimalkan angka broken marriage, sehingga jumlah perkara percerian yang diajukan warga Kota Bogor terbilang minim.

Sebagai gambaran, dalam satu tahun, PA Bogor menangani 2500-an perkara, di mana sekitar 90 persennya adalah perkara perceraian. Jumlah tersebut merupakan yang terkecil dibandingkan dengan jumlah perkara yang ditangani PA-PA di wilayah sekitar Kota Bogor, seperti PA Cibinong, PA Depok dan PA Bekasi.

[hermansyah]