Seputar Peradilan

Pertama Datang ke PA, Wali Kota Bogor Senang Angka Perceraian Turun

Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto akhirnya berkunjung ke Pengadilan Agama Bogor, setelah lima tahun menjadi orang nomor satu di Kota Hujan.

Di sela-sela kesibukannya, Jumat (11/1/2019), ia dan sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah datang ke PA Bogor dalam rangka menghadiri pelantikan wakil ketua dan lima hakim PA Bogor.

Momen langka itu tak disia-siakan pimpinan PA Bogor. Ketika acara pelantikan dan pengambilan sumpah rampung, Wali Kota diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan.

“Lima tahun ditunggu. Tidak ada kata terlambat untuk datang ke sini,” kata Wali Kota Bogor dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024, itu.

PA Bogor memiliki kedudukan yang strategis dalam rangka memberikan keadilan kepada masyarakat muslim di Kota Bogor dalam perkara-perkara tertentu yang menjadi kewenangannya.

Bima Arya mengungkapkan, memberikan keadilan sangat tidak mudah, baik keadilan hukum, keadilan sosial maupun keadilan ekonomi.

“Karena itu kita harus berbagi beban. Tidak sebatas bekerja sesuai tupoksi,” ia menegaskan.

Di bawah kepemimpinannya, Kota Bogor hendak menuju Kota Ramah Keluarga. Berbagai upaya dilakukannya untuk itu.

Taman-taman dibangunnya, supaya lebih banyak keluarga bercengkrama. Di taman-taman, warga Bogor dapat duduk dan ngobrol bersama keluarga.

“Tidak ada pemandagan yang lebih indah, selain melihat suami-istri duduk bersama; kakek-nenek berpegangan tangan,” kata Bima Arya.

Menurutnya, salah satu penyebab perceraian ialah jarangnya waktu berkumpul dengan keluarga. Ia mencontohkan orang-orang yang tinggal di Bogor tapi bekerja di Jakarta. “Waktunya lebih banyak untuk yang lain,” ujarnya.

Mewujudkan Kota Ramah Keluarga juga ditempuh dengan cara membuat program Sekolah Ibu. Ini merupakan program pemberdayaan kaum ibu yang dimotori istri Wali Kota Bogor dan telah berjalan dengan baik.

“Program ini sekarang diadopsi oleh daerah-daerah lain,” kata Bima Arya.

Selain itu, di masa kepemimpinannya, jumlah guru ngaji terus ditambah. Tujuannya untuk membangun karakter keluarga.

Mengenai perceraian, Wali Kota Bogor mengatakan, pihaknya mempelajari data yang ada. Menurutnya, angka-angka itu sangat menentukan untuk bahan pengambilan kebijakan.

“Mendengar angka perceraian turun, itu sangat membahagiakan,” ujarnya.

Ke depan, dirinya siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PA Bogor untuk kemaslahatan masyarakat Bogor.

Banyak prestasi

Ketua PA Bogor Dr. Sirajuddin Sailellah, S.H., M.HI menyambut hangat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Wali Kota Bogor,” ujarnya.

Dirinya sangat setuju, Pemkot dan PA Bogor perlu perlu bersinergi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada warga Bogor.

“Kami melayani warga Bapak. Yang datang ke sini rata-rata orang susah. Nggak ada yang datang senyum-senyum,” tuturnya.

Kepada Wali Kota Bogor dan para undangan, Ketua PA Bogor mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali menyelenggarakan sidang isbat nikah terpadu, bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor.

Layanan ini dinikmati oleh warga Bogor yang hendak mengesahkan perkawinannya, karena sebelumnya hanya menikah di bawah tangan alias nikah sirri. Jika permohonan isbat nikah dikabulkan, mereka berhak memperoleh buku nikah, kartu keluarga dan dokumen-dokumen kependudukan lainnya.

“Kami juga menyediakan pos bantuan hukum gratis,” ujar Ketua PA Bogor. Layanan ini diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu dan/atau tidak mengerti hukum.

Dalam kesempatan ini, Ketua PA Bogor tidak lupa menyampaikan berbagai capaian dan prestasi pengadilan yang dipimpinnya. “Kami banyak prestasi: Naik kelas dari kelas IB menjadi kelas IA, sertifikat ISO hingga akreditasi,” ujarnya.

Di samping itu, pada tahun 2018, penyelesaian perkara PA Bogor meningkat secara signifikan. Tahun kemarin, sisa perkara PA Bogor hanya 9 persen, padahal pada tahun 2017, sisa perkara PA Bogor lebih dari 14 persen.

[hh]