Seputar Peradilan
Men Sana in Corpore Sano: Semangat Integritas dan Sportivitas Warnai Pembukaan PTWP Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026
Malang - Men sana in corpore sano, pepatah Latin yang bermakna "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat", memiliki pesan filosofis yang mendalam tentang hubungan erat antara kesehatan fisik dan kekuatan jiwa yang terdapat dalam diri manusia. Hubungan timbal balik tersebut dapat diwujudkan melalui jiwa yang kuat yang tercermin dalam pikiran-pikiran positif, perasaan lapang dada dalam menerima keadaan, semangat optimisme, serta kemampuan menjaga integritas, nilai moral, dan etika. Semua itu menjadi semacam suplemen yang memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik seseorang.

Sebaliknya, pepatah tersebut juga dapat dimaknai bahwa ketika seseorang mampu menjaga kesehatan fisik dan kebugaran tubuhnya dengan baik, maka hal itu akan turut meningkatkan kualitas jiwa dan rohaninya. Pikiran-pikiran positif dapat tumbuh melalui nilai persahabatan yang lahir dari interaksi saat berolahraga, serta nilai kejujuran, integritas, dan sportivitas yang muncul dalam setiap kompetisi yang melibatkan kemampuan fisik dan mental. Dengan demikian, aktivitas olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan jiwa.
Dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan jiwa dan raga tersebut, Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai salah satu lembaga tinggi negara dengan jumlah aparatur yang besar menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Ke-XX Tahun 2026. Kejuaraan tenis yang bersifat nasional ini diikuti oleh atlet-atlet dari empat lingkungan peradilan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarsesama warga peradilan.
Kejuaraan Nasional PTWP Ke-XX Tahun 2026 diselenggarakan di Kota Malang pada 12 hingga 16 Juni 2026. Pembukaan kejuaraan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Stadion Gajayana, Kota Malang. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., secara resmi membuka kejuaraan tenis warga peradilan yang menjadi salah satu ajang olahraga paling bergengsi di lingkungan peradilan Indonesia tersebut.

Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan warga peradilan dari berbagai daerah di Indonesia hadir memadati lokasi acara untuk menyaksikan momentum yang bukan hanya menjadi agenda olahraga nasional, tetapi juga simbol persatuan dan soliditas seluruh insan peradilan Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Non-Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, para Hakim Agung, para Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung, Panitera Mahkamah Agung, Sekretaris Mahkamah Agung, para pejabat Eselon I dan Eselon II Mahkamah Agung Republik Indonesia, para pimpinan pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama dari empat lingkungan peradilan, serta unsur pimpinan daerah dan tamu undangan lainnya. Dari Pengadilan Agama Bogor turut hadir Ketua Pengadilan Agama Bogor, Hj. Baihna, S.Ag., M.H., Panitera Pengadilan Agama Bogor, H. Iyus Muhammad Yusup, S.Ag., serta Sekretaris Pengadilan Agama Bogor, Wawan, S.A.P., M.M.
Kejuaraan Nasional PTWP Ke-XX tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah PTWP. Sebanyak 71 kontingen dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kontingen yang berasal dari lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Militer, serta PTWP Cabang Khusus Mahkamah Agung hadir untuk meramaikan kompetisi sekaligus memperkuat semangat persaudaraan. Tidak kurang dari 1.420 atlet dan ofisial mengikuti parade pembukaan yang berlangsung dengan baik.
Rangkaian pembukaan diawali dengan parade kontingen peserta yang memasuki arena stadion secara berurutan dengan membawa ciri khas daerah masing-masing. Prosesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara. Namun, di balik kemeriahan tersebut, esensi utama kegiatan ini terletak pada pesan moral dan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan kepada seluruh insan peradilan.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jiwa, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lembaga peradilan tempat seluruh insan peradilan mengabdikan diri.

Ketua Mahkamah Agung juga menekankan bahwa tema Kejurnas PTWP Ke-XX Tahun 2026, yaitu “Bersatu dan Bangkit Bersama, Tegakkan Integritas dan Sportivitas”, merupakan cerminan komitmen bersama untuk mewujudkan peradilan yang agung, bersih, dan bermartabat. Menurut beliau, pertandingan bukan semata-mata tentang hasil akhir, melainkan juga tentang bagaimana menghargai proses perjuangan dalam mencapai tujuan yang hendak diraih.
Pesan yang paling kuat dalam sambutan tersebut adalah hubungan erat antara sportivitas dan integritas. Prof. Sunarto mengingatkan bahwa sebagaimana seorang atlet wajib menghormati keputusan wasit dan aturan permainan, maka apparat peradilan juga wajib menghormati hukum sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Beliau kemudian menyampaikan sebuah kutipan bermakna yang menjadi pengingat bagi seluruh insan peradilan:
"Jika kemenangan di lapangan adalah ketika kita berhasil mengalahkan lawan, maka kemenangan di luar lapangan adalah ketika kita mampu mengalahkan ego, menjaga etika, dan mempertahankan martabat sebagai aparatur peradilan."
Setelah seremoni pembukaan selesai, kompetisi resmi dimulai pada Sabtu, 13 Juni 2026, melalui babak penyisihan yang digelar di berbagai lapangan tenis yang tersebar di Kota Malang, antara lain Lapangan Tenis Gajayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Pelti, Ambassador, Araya, Jasa Tirta, Permata Jingga, dan Rampal. Babak penyisihan berlangsung hingga Minggu, 14 Juni 2026.
Memasuki Senin, 15 Juni 2026, pertandingan memasuki fase gugur melalui babak perdelapan final yang diperkirakan berlangsung semakin ketat dan kompetitif. Hanya tim-tim terbaik yang mampu mempertahankan konsistensi permainan dan melangkah menuju babak berikutnya.
Puncak Kejuaraan Nasional PTWP Mahkamah Agung RI Ke-XX dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026. Babak semifinal akan dilaksanakan di Lapangan Tenis Ambassador dan Lapangan Tenis Universitas Brawijaya, sedangkan pertandingan final dipusatkan di Lapangan Tenis Ambassador. Setelah seluruh pertandingan selesai, panitia akan menyelenggarakan acara penutupan yang dirangkaikan dengan pengumuman para juara serta penyerahan penghargaan kepada atlet maupun kontingen berprestasi.
Melalui kejuaraan ini, Mahkamah Agung Republik Indonesia tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi olahraga, tetapi juga memperkuat nilai-nilai integritas, persatuan, dan sportivitas yang menjadi fondasi penting dalam membangun lembaga peradilan yang profesional, berwibawa, dan dipercaya Masyarakat.(S.H/O.R)
***Tim Redaksi PA Bogor***
