Seputar Peradilan

Dari Potensi Menuju Prestasi, Pembinaan KPTA Bandung Dorong Pengadilan Agama Se-Jawa Barat Tingkatkan Kinerja dan Integritas

Bandung - “Tujuan dari pembinaan adalah untuk menutup kesenjangan antara potensi dan kinerja.” Kutipan dari Keith Webb tersebut memberikan penyadaran akan pentingnya makna sebuah pembinaan. Melalui pembinaan, seorang pimpinan dapat mengaktifkan berbagai perangkat potensi yang sesungguhnya sangat besar yang dimiliki oleh bawahannya sehingga dapat muncul dan terwujud dalam bentuk kinerja yang cemerlang.

Dalam rangka memunculkan berbagai potensi yang tersebar di seluruh satuan kerja Pengadilan Agama tingkat pertama di wilayah Jawa Barat, Pengadilan Tinggi Agama Bandung menyelenggarakan kegiatan pembinaan kepada para pimpinan Pengadilan Agama se-Jawa Barat. Kegiatan tersebut diisi langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung, Dr. Abd. Hakim, M.H.I., dan dihadiri oleh seluruh Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Barat, salah satunya Ketua Pengadilan Agama Bogor, Hj. Baihna, S.Ag., M.H.

20260619 prestasi 1

Kegiatan pembinaan tersebut dirangkaikan dengan Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung, Dr. Drs. Mubarok, M.H., yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Upacara pelantikan dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan pada pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Pelantikan Wakil Ketua PTA Bandung berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan peradilan agama, di antaranya Ketua PTA Manado Drs. M. Arsyad, M.S.H., M.H., Ketua PTA Kalimantan Utara Drs. Rd. Mahbub Tobri, M.H., para Ketua Pengadilan Agama se-wilayah hukum PTA Bandung, Panitera PTA Bandung, Panitera PTA Manado, Sekretaris PTA Bandung, Sekretaris PTA Manado, beserta rombongan dan tamu undangan lainnya dari PTA Manado.

Dalam kegiatan pembinaan yang mengusung tema “Memperkuat Integritas, Profesionalisme, dan Kualitas Pelayanan Peradilan Menuju Peradilan Agama Modern”, Ketua PTA Bandung menjadikan kegiatan tersebut sebagai forum evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen seluruh pimpinan satuan kerja dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang unggul, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.

Dalam pembinaannya, Ketua PTA Bandung menekankan pentingnya kualitas kinerja dan tidak hanya semata-mata mengejar capaian berupa kuantitas atau angka statistik. Menurutnya, berbagai data dan capaian yang ditampilkan harus dibangun berdasarkan nilai-nilai integritas dan profesionalisme sehingga produk putusan pengadilan tidak hanya dijalankan karena merupakan perintah hukum, tetapi juga memiliki legacy, kepercayaan masyarakat, rasa keadilan, serta nilai kemanfaatan.

“Kita tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka dan statistik semata. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh capaian tersebut dibangun di atas nilai integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat pencari keadilan,” ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTA Bandung juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah penerapan program prioritas Badan Peradilan Agama Tahun 2026 serta hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Daerah PTA Bandung Tahun 2026. Berdasarkan data per 17 Juni 2026, implementasi e-Court pada satuan kerja Pengadilan Agama tingkat pertama se-Jawa Barat telah mencapai rata-rata 99,6%, melampaui target yang ditetapkan sebesar 98 persen. Atas capaian tersebut, Ketua PTA Bandung menyampaikan apresiasi, namun tetap mendorong satuan kerja yang belum optimal untuk terus meningkatkan pemanfaatan layanan e-Court demi pelayanan yang lebih efektif dan modern.

Pada bidang mediasi, capaian keberhasilan mediasi di wilayah PTA Bandung mencapai rata-rata 62,43 persen dan berhasil melampaui target sebesar 50 persen yang ditetapkan oleh Badan Peradilan Agama dan Rakorda PTA Bandung Tahun 2026. Menanggapi capaian tersebut, Ketua PTA Bandung meminta seluruh Ketua Pengadilan Agama untuk mempertahankan keberhasilan tersebut sekaligus terus mengoptimalkan fungsi mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa yang lebih sederhana, cepat, serta mampu meminimalkan risiko konflik antar para pihak.

20260619 prestasi 2

Berbeda dengan bidang mediasi, Ketua PTA Bandung memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian permohonan eksekusi. Berdasarkan data yang dipaparkan, rata-rata penyelesaian eksekusi di wilayah PTA Bandung masih berada pada angka 17,6 persen, jauh di bawah target yang ditetapkan oleh Badan Peradilan Agama sebesar 71 persen dan target hasil Rakorda PTA Bandung Tahun 2026 sebesar 75 persen. Atas kondisi tersebut, Ketua PTA Bandung meminta para Ketua Pengadilan Agama untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya capaian tersebut serta menyusun langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan tugas eksekusi. Hal tersebut menjadi penting karena keberhasilan eksekusi merupakan bukti bahwa putusan pengadilan memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Selain itu, Ketua PTA Bandung juga memberikan perhatian terhadap pengunggahan salinan putusan elektronik (E-Doc), publikasi putusan pada Direktori Putusan Mahkamah Agung, efektivitas dan efisiensi serapan anggaran, monitoring pelaksanaan belanja modal, serta pentingnya penegakan disiplin aparatur pengadilan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan serta pengawasan yang konsisten harus menjadi bagian utama dalam menjaga kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan peradilan.

Sebagai bagian dari upaya membangun budaya kinerja yang unggul, kegiatan pembinaan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian Penghargaan Kinerja Satuan Kerja Pengadilan Agama Se-Wilayah Hukum PTA Bandung Triwulan I Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Ketua PTA Bandung Nomor 0460/KPTA.W10-A/SK.KP5.8/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari PTA Bandung kepada satuan kerja Pengadilan Agama yang menunjukkan performa dan capaian kinerja terbaik selama periode Triwulan I Tahun 2026.

Pengadilan Agama Bogor sebagai salah satu satuan kerja yang berkomitmen memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat pencari keadilan berhasil memperoleh sejumlah penghargaan membanggakan dalam kegiatan tersebut. Pengadilan Agama Bogor meraih Peringkat I dalam kategori penyelesaian perkara melalui e-Court, Peringkat I kategori ketepatan waktu penerbitan akta cerai pada satuan kerja kelas IA, serta Peringkat II kategori ketepatan pengiriman berkas banding pada satuan kerja kelas IA.

Ketua Pengadilan Agama Bogor, Hj. Baihna, S.Ag., M.H., menerima langsung penghargaan tersebut dari Ketua PTA Bandung. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh PTA Bandung kepada Pengadilan Agama Bogor. Beliau menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh aparatur Pengadilan Agama Bogor untuk terus menjaga kualitas pelayanan, mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih, serta melakukan optimalisasi terhadap berbagai potensi yang masih dapat dikembangkan di masa mendatang.

20260619 prestasi 3

Pembinaan yang dilaksanakan oleh PTA Bandung ini menjadi pengingat bahwa setiap satuan kerja memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, evaluasi yang objektif, serta komitmen seluruh aparatur, berbagai potensi tersebut dapat diubah menjadi prestasi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.(S.H/O.R)

***Tim Redaksi PA Bogor***


// Munculkan Ikon Userway untuk disabilitas: