Seputar Peradilan

Tausiyah Bimtal PA Bogor Ajak Aparatur Meneladani Rasulullah SAW melalui Shalawat

Bogor - "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim."
(HR. Sunan Ibnu Majah No. 224)

Ilmu merupakan sesuatu yang bersifat immaterial. Ia tidak memiliki bentuk maupun wujud yang dapat dilihat, namun keberadaannya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk terus menuntut ilmu, termasuk seluruh aparatur Pengadilan Agama Bogor. Berangkat dari semangat tersebut, Pengadilan Agama Bogor tidak menghendaki para aparaturnya hanya datang untuk melaksanakan pekerjaan semata, tetapi juga terus memperkaya ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas diri sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan kehidupan. Dengan ilmu, seseorang akan memperoleh kemuliaan derajat serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

20260702 bimtal

Sebagai wujud komitmen tersebut, pada Rabu, 1 Juli 2026, Pengadilan Agama Bogor kembali menyelenggarakan kegiatan Tausiyah Bimbingan Mental (Bimtal) yang bertempat di Musala Al-Mizan Pengadilan Agama Bogor. Kegiatan yang dilaksanakan seusai salat Asar ini diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Bogor, mulai dari unsur pimpinan, para hakim, hingga seluruh pegawai.

Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh H. Muammar, S.H.I., M.H. dengan mengangkat tema mengenai fadhilah mencintai Nabi Muhammad SAW dan keutamaan memperbanyak shalawat kepada beliau. Melalui materi yang disampaikan, seluruh jamaah diajak untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ dengan memperbanyak membaca shalawat serta menjadikan akhlak mulia beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun saat menjalankan amanah sebagai aparatur peradilan.

Mengawali tausiyahnya, beliau membacakan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Yang artinya:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56).

Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan perintah langsung dari Allah Swt. kepada seluruh orang beriman agar senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Bahkan, Allah Swt. terlebih dahulu mengabarkan bahwa Dia dan para malaikat-Nya juga bershalawat kepada Rasulullah ﷺ sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada beliau.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan berbagai keutamaan memperbanyak shalawat berdasarkan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya adalah sabda Rasulullah ﷺ:

"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar balasan yang Allah Swt. berikan kepada hamba-Nya yang senantiasa mengingat Rasulullah ﷺ melalui bacaan shalawat. Dengan satu kali shalawat yang dipanjatkan, Allah membalasnya dengan sepuluh rahmat dan pujian kepada hamba tersebut.

Selain itu, beliau juga menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ yang berbunyi:

"Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh para ulama).

Hadis tersebut menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk memperbanyak shalawat sebagai salah satu ikhtiar dalam meraih syafaat Rasulullah ﷺ pada hari akhir kelak.

Tidak hanya itu, beliau turut mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ:

"Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bershalawat kepadaku." (HR. At-Tirmidzi).

Melalui hadis tersebut, beliau mengajak seluruh jamaah agar tidak lalai mengucapkan shalawat setiap kali mendengar atau menyebut nama Rasulullah ﷺ sebagai bentuk kecintaan, penghormatan, dan ketaatan kepada beliau.

Melalui kegiatan Tausiyah Bimbingan Mental ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Bogor semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, membiasakan diri memperbanyak shalawat, serta meneladani akhlak beliau dalam memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan penuh kasih sayang kepada masyarakat. Dengan ilmu yang terus bertambah dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ yang semakin kuat, diharapkan setiap aparatur mampu menjadi pribadi yang lebih baik, baik sebagai abdi negara maupun sebagai seorang muslim.(S.H/O.R)

***Tim Redaksi PA Bogor***


// Munculkan Ikon Userway untuk disabilitas: